BANDUNG – Empat siswa-siswi kelas X unggulan tahfidz Qur’an SMA Pasundan 3 Bandung, Sabtu (22/10/2022) telah menyelesaikan target hafalan juz 30 selama sebulan; terhitung sejak September pada awal semester ajaran baru 2022/2023. Keempat siswa tersebut adalah Fadli Wijaya, Galuh Janur Hisa, Rahma Fitri Hayatunnufus, dan Dila Khoirotun Nisa.

Sebelum dinyatakan hafal juz 30 dengan tuntas, mereka harus melewati kegiatan tasmi’ terlebih dahulu yang dilaksanakan kurang lebih selama 15-20 menit. Tasmi’ merupakan salah satu ujian tahfidz/menghafal Qur’an yang dilakukan dengan memperdengarkan bacaan Al-Quran sesuai target; tanpa kesalahan di hadapan para penguji dan teman satu kelasnya. Mereka turut berpartisipasi menilai benar/salahnya pada kertas koreksian hafalan yang dilantunkan oleh siswa lain yang melaksanakan ujian.

Sebagai bentuk apresiasi, keempat siswa tersebut mendapat sertifikat dari sekolah yang diberikan langsung oleh Kepala SMA Pasundan 3 Bandung melalui Wali Kelas yang juga termasuk koordinator kelas unggulan tahfidz.

Solihin, S.Pd.,M.M, selaku Kepala Sekolah SMA Pasundan 3 Bandung turut bangga peserta didik kelas unggulan tahfidz sudah menyelesaikan hafalan dengan baik dengan waktu yang relatif cepat. Di samping itu pula mereka senantiasa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan normal dan sekaligus mampu mempertahankan nilai akademik dengan baik.

“Alhamdulillah, bangga dan bersyukur anak-anak kami semangat dalam menghafal Al-Qur’an dengan tekun. Tentu saja ini berkat do’a, latihan yang rutin dan bimbingan semua pihak terutama pembimbing/guru dari Taqiya dan koordinator sekaligus wali kelas Ibu Lina Herliana, S.Pd.” ujarnya antusias.

Sementara Lina, selaku wali kelas memberi motivasi dan pesan kepada seluruh peserta didiknya agar tetap meluruskan niatnya untuk tetap menjadi penghafal Qur’an dengan tidak mengabaikan prestasi akademik dan kegiatan positif lainnya.

 “Semoga peserta didik istiqomah dengan senantiasa meluruskan niatnya dalam menghafal Qur’an, sehingga menjadi terasa ringan hati untuk menjalankannya. Di samping itu pula mudah-mudahan mereka bisa proporsional membagi waktu belajar secara akademis, menghafal Qur’an dan aktif dalam ekstrakurikuler maupun menjadi pembimbing mengaji di lingkungan rumah masing-masing”, pungkas Lina dengan bangga. (ADR)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Your Comment*

Name*

Email*

Website