Oleh:  Insani Baroroh

Tata tertib sekolah bukan hanya sekedar kelengkapan dari sekolah tetapi merupakan kebutuhan yang harus mendapatkan perhatian dari semua pihak yang terkait, terutama dari pelajar atau siswa itu sendiri. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka pada umumnya sekolah menyusun tata tertib sekolah untuk seluruh warga sekolah.

Dalam tata tertib sekolah isinya berupa larangan, sanksi, serta tugas dan kewajiban siswa yang harus dilakukan. Pada umumnya, dalam perencaan tata tertib sekolah melibatkan Kepala Sekolah, Wakasek Kesiswaan, guru BK, dan guru. Dengan adanya sanksi pelanggaran yang jelas maka diharapkan pelaksaan tata tertib berjalan dengan baik.

Tata tertib sekolah merupakan salah satu upaya untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab. Mengikuti upacara bendera setiap hari Senin, dan menggunakan atribut sekolah lengkap seperti topi, dasi, pin sekolah, dan atribut lainnya merupakan salah satu contoh mentaati tata tertib atau peraturan disekolah.

Disiplin siswa merupakan suatu keadaan di mana sikap, penampilan dan tingkah laku siswa sesuai dengan tatanan nilai, norma dan ketentuan-ketentuan yang berlaku disekolah. Adanya budaya tata tertib diharapkan siswa dapat memahami bahwa ketertiban itu perlu agar dapat hidup di lingkungan sekolah dengan aman damai dan tentram.

Manfaat budaya tata tertib di sekolah secara individual, dapat mengatur pergaulan disekolah menjadi teratur, tidak ada siswa yang berkelakuan dan bersikap semaunya sendiri. Membicarakan budaya tata tertib sekolah tidak terlepas dari usaha masing-masing individu untuk membiasakan diri tepat waktu. Pelaksanaan budaya tertib siswa bisa berjalan baik apabila tata tertib tersebut disosialisasikan kepada siswa.

Penegakan disiplin atau menaati tata tertib sekolah tidak hanya berkaitan dengan masalah seputar kehadiran atau tidak, terlambat atau tidak. Hal itu lebih mengacu pada pembentukan sebuah lingkungan yang di dalamnya ada aturan bersama yang dihormati, dan siapa pun yang melanggar mesti berani mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setiap pelanggaran atas kepentingan umum di dalam sekolah mesti diganjar dengan hukuman yang mendidik sehingga siswa mampu memahami bahwa nilai disiplin itu bukanlah bernilai demi disiplinnya itu sendiri, melainkan demi tujuan lain yang lebih luas, yaitu demi keamanan, ketentraman, ketertiban dan kedamaian di sekitar lingkungan sekolah.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Your Comment*

Name*

Email*

Website