Oleh: Hendra Yulianto, S.T., M.M

Menjaga dan melestarikan basa daeran (bahasa ibu) merupakan amanah konstitusi negara kita ada dalam UUD 1945 pasal 32 yang mengaskan bahawa negara menghormati dn memeilihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

Turunan UUD 1945 ini ada dalam UU  No. 24 tahun 2009 tentang bendera kebangsaan, Bahasa, Lambang Negara serta serta lagu kebangsaan, penekannya pada pasal 41, dan pasal 42 berbunyi ; “ perlindungn bahasa dn sastra merupakan upaya menjaga dn memelihara keleslestraian bahasa melalui penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pengajaran. Selaian itu ada juga penguatan peraturan pemerintah dan pemerintah dalam rangka penguatan dalm rangkamenjaga dan melestarikan bahasa daerah.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, Indonesia adalah mozaik bahasa dari keragaman bahasa daerah dari banyak suku yang ada di Nusantara. Namun cukup disayangkan kayaknya beragam bahasa daerah yang ada kita tidak lagi menjadi kebanggaan bagi masyarakat penggunanya, meskipun dalam bahasa resmi menggunakan bahasa Indonesia kemampuaan berbahasa daerah juga diperlukan dalam menjaga dan melestarikan hasanah bahasa daerah.

Sebagai generasi pewaris kekayaan intelektual kita harus segera menyadari betapa pentingnya menjaga dan melestarikan keragaman bahasa daerah yang kita miliki, kita bangga memiliki kurang lebih 718 bahasa daerah dari 2.560 daerah.

Belum sempat kita berusaha menjaga bahasa daerah yang kita miliki dengan ikhtiar yang maksimal, kemudian disusul dengan  dikeluarkannya peraturan daerah atau peraturan gubernur dan Walikota/Bupati kita tidak bisa membendung arus media yang sangat deras bahasa Indonesia pun di rusak dengan bahasa ‘alay”, seiiring itu bahasa daerah pun sepi penggunaanya dan terancam hilang dari komunitasnya misalnya karena ibu bapak tau orangtuanya malu atau takut salah mengajarkan bahasa ibunya (bahasa daerah), kelak akhirnya generasi yang akan datang tak mengenal bahasa daerahnya.

Generasi hebat bangsa ini bisa memuli menjaga dan merawat khasanah bahasa daerah kalian masing-masing dengan cara; mau mememulai mempelajari bahasa daerah yang dimiliki dengan mandiri (manfaat media IT), membiasakan diri berbahasa daerah dalam pergaulan sehari-hari, membentuk komunita belajar bahasa daerah, gunakan IT yang (youtube, instagram, dll), membuat karya atau tulisan dengan menggunakan bahasa daerah.

Akhirnya kesadaran menjaga dan melastarikan bahasa daerah sebagai bagian dari bela negara menambah keberagam bahasa yang ada di negara kita menjadi tugas semua warga negara mulai dari sekarang, mulai dari hal-hal kecil, dan dari diri kita masing masing, menjaga bahasa daerah agar tetap lestari merupakan bagian dari bela negara. Selamat hari Bela Negara.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Your Comment*

Name*

Email*

Website