Aksi Peduli Kesehatan, Siswa Kelas 12 SMA Pasundan 3 Bandung Bakti Sosial Bagi-bagi Masker dan Nasi Bungkus

SMAPasTi/18/04/2020

Bandung – Menyikapi situasi yang memprihatinkan imbas dari wabah covid-19, siswa kelas 12 SMA Pasundan 3 menggelar bakti sosial (baksos) di depan lingkungan sekolah. Aksi tersebut dilangsungkan di sekitar jalan raya Kebon Jati nomor 31 pada hari Jum’at dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Mereka melakukan aksi nyata dengan bagi-bagi masker dan nasi bungkus kepada para masyarakat yang melintas di depan sekolah SMA Pasundan 3, baik yang menggunakan kendaraan maupun para pejalan kaki.

Kegiatan baksos peduli kesehatan itu diinisiasi oleh 13 siswa kelas 12 IPS 2 atas kemauan sendiri yang telah diizinkan oleh orang tua masing-masing dan wali kelas mereka yaitu ibu Nanan Rachminawati, S.Pd., MM. Menurut Ibu Nanan, “anak-anak 12 IPS 2 tergerak untuk melakukan baksos karena ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar dalam upaya menjaga kesehatan dan mencegah wabah virus covid-19”. Tujuan utamanya mengedukasi masyarakat “pentingnya penggunaan masker saat berada di luar rumah, karena untuk membatasi penyebararan wabah virus” pungkasnya.

Untuk menggalang dana baksos, para siswa yang terlibat rela menyisihkan dan mengumpulkan uang dari saku atau tabungan pribadi, kemudian ditambah donatur dari beberapa guru. Allhasil uang donasi yang terkumpul digunakan untuk membeli 25 lusin masker dan 100 nasi bungkus yang disiapkan untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat, sebagian besarnya pengguna jalan raya yang melintasi area sekolah. Selain barang bantuan dari siswa, terkumpul pula donasi makanan dan barang dari guru berupa 50 nasi bungkus dan 30 sembako serta masker. Semua bentuk donasi yang sudah tersedia dan terkumpul dibagikan secara bersamaan kepada masyarakat.

Pembagian masker serta nasi bungkus dan beberapa sembako tersebut dapat digunakan dan dinikmati oleh warga sekitar yang membutuhkan, mengingat kondisi penyebaran virus covid-19 selain berdampak pada kesehatan juga berimbas pada penghasilan ekonomi seseorang yang tidak menentu. Hal ini lantaran adanya imbauan resmi dari pemerintah untuk masyarakat agar menjalankan isolasi mandiri di rumah untuk membatasi aktivitas/kegiatan di luar rumah, yang efeknya mempengaruhi pendapatan ekonomi, khusunya dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Kita semua berharap, semoga musibah wabah virus yang berdampak luas mempengaruhi segala sektor ini segera berlalu, sehingga seluruh kegiatan dan urusan segenap masyarakat dapat berjalan normal seperti sedia kala. (ADR/18/04/20).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *