Menerapkan Pola Manajemen Strategis di Lingkungan Sekolah

Hendra Yulianto, S.T., M.M

Manajemen strategis pendidikan yang diterapkan di lingkungan internal sistem persekolahan hanyalah sebagian dari tanggung jawab kepala sekolah sebagai manajer pendidikan. Para pengelola pendidikan (Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan) sebagai eksekutif modern saat ini harus mampu mengamati dan merespons segenap tantangan yang dimunculkan oleh lingkungan eksternal baik yang dekat maupun yang jauh.

Lingkungan eksternal dekat adalah lingkungan yang mempunyai pengaruh langsung pada operasional lembaga pendidikan, seperti berbagai potensi dan keadaan dalam bidang pendidikan yang menjadi konsentrasi usaha sekolah itu sendiri, situasi persaingan, situasi pelanggan pendidikan, dan pengguna lulusan. Kesemuanya berpengaruh pada penentuan strategi yang diperkirakan mendukung sekolah mencapai tujuannya. Sedangkan lingkungan eksternal jauh adalah berbagai kekuatan dan kondisi yang muncul di luar lingkungan eksternal yang dekat meliputi keadaan sosial ekonomi, politik, keamanan nasional, perkembangan teknologi, dan tantangan global. Secara tidak langsung berpengaruh terhadap penyelenggaraan sistem pendidikan di suatu sekolah.

Faktor lingkungan internal dan eksternal perlu diantisipasi, dipantau, dinilai, dan disertakan sedemikian rupa ke dalam proses pengambilan keputusan. Para pengambil keputusan, termasuk di dalamnya Kepala Sekolah maupun pengelola pendidikan lainnya seringkali terpaksa mengalahkan tuntutan kegiatan internal dan eksternal lembaga pendidikan demi melayani bermacam kepentingan seperti urusan rutin, dinas, bekerja harus selalu di bawah petunjuk atau pedoman kerja yang ditetapkan oleh birokrasi tanpa mempertimbangkan kebutuhan eksternal organisasi yang terus berubah, sehingga proses pengambilan keputusan seringkali tidak maksimal dalam menghasilkan keputusan-keputusan strategis. Akibatnya persoalan aktual lembaga pendidikan yang dihadapi tidak dapat terselesaikan secara maksimal. Pengamatan dan penilaian yang dilakukan secara simultan terhadap lingkungan eksternal dan internal lembaga pendidikan memungkinkan para pengelola pendidikan mampu mengidentifikasi berbagai jenis peluang yang ada untuk dapat merumuskan dan mengimplementasikan berbagai rencana pendidikan secara berhasil.

Rancangan yang bersifat menyeluruh ini dapat dilakukan melalui proses tindakan yang dikenal sebagai manajemen strategis. Sederhananya manajemen strategis berkaitan dengan upaya memutuskan persoalan strategi dan perencanaan, dan bagaimana strategi tersebut dilaksanakan dalam praktiknya. Terdapat tiga elemen utama dalam manajemen strategis yaitu:

Pertama, terdapat adanya analisis strategis di mana penyusun strategi yang bersangkutan berupaya untuk memahami posisi strategis organisasi yang bersangkutan. Kedua, terdapat pula adanya pilihan strategis yang berhubungan dengan perumusan aneka macam arah tindakan, evaluasinya, dan pilihan antara mereka. Ketiga, terdapat pula implementasi strategi yang berhubungan dengan merencanakan bagaimana pilihan strategi dapat dilaksanakan.

Berpijak pada tiga elemen tentang manajemen strategis di atas, maka fokus manajemen strategis adalah pada lingkungan eksternal dan pada operasi-operasi masa mendatang. Manajemen strategis mendeterminasi arah jangka panjang organisasi yang bersangkutan dan ia menghubungkan sumber-sumber daya organisasi yang ada dengan peluang-peluang pada lingkungan yang lebih besar. Merupakan tahapan final dari manajemen strategi. Biasanya, manajer (pemimpin) ingin mengetahui informasi tentang kapan strategi tertentu tidak berjalan dengan baik. Semua stategi sangat diperlukan untuk modifikasi di masa yang akan datang, sebab lingkungan secara konstan akan selalu berubah.

Selain strategi internal dan eksternal dalam manajemen strategis terdapat pula evaluasi. Pengertian evaluasi sendiri sebagai proses monitoring atas aktivitas lembaga/organisasi dan hasil suatu performa sehingga performa aktual dapat dibandingkan dengan performa yang diinginkan.

Ada tiga aktivitas evaluasi strategi yang fundamental, yaitu:

  1. Pengamatan faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar untuk strategi saat ini.
  2. Ukuran Kinerja (performance).
  3. Adanya tindakan korektif.

Evaluasi strategi sangat penting, sebab sukses sekarang tidak menjamin sukses besok. Kesuksesan selalu menciptakan masalah baru dan berbeda. Dari uraian di atas dapat simpulkan bahwa dalam tahapan manajemen strategis meliputi kegiatan sebagai berikut:

  1. Pembuatan srategi (strategy Formulation), yang meliputi kegiatan:

Pengembangan visi misi dan tujuan jangka panjang, mengidentifikasi peluang dan ancaman dari luar, serta kekuatan dan kelemahan dari dalam organisasi, mengembangkan alternatif strategi, penentuan strategi yang paling sesuai untuk diadopsi.

  1. Penerapan Stratagi (Strategy implementation), meliputi kegiatan:

Penentuan sasaran operasional tahunan Kebijakan (policy) organsasi/perusahaan, memotivasi karyawan, dan mengalokasikan sumber daya agar strategi yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan. Evaluasi Strategi (Strategy Evaluation), yang meliputi kegiatan, usaha-usaha untuk memonitor seluruh hasil dari pembuatan strategi dan penerapan strategi, termasuk mengukur kinerja individu dan organisasi, serta mengambil langkah-langkah perbaikan jika diperlukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *